Bahasa Indonesia mulai diremehkan oleh mayoritas pemakainya.
Kenyataan ini sungguh sangat memprihatinkan.
Kalau penomorduaan bahasa Indonesia ini dilakukan oleh kalangan selebritis masih bisa dimaklumi, karena mereka cenderung berkiblat kepada gaya hidup negara maju / negara barat, yg notabene merupakan pengguna bhs Inggris.
Tapi kalau gaya kebarat-baratan itu justru dilakukan juga oleh pejabat publik kita, sungguh amat memilukan.
Kita memang perlu menguasai bhs Inggris, sbg alat komunikasi Internasional. Tapi, justru bhs itu hanya sbg alat komunikasi internasinallah akan menjadi janggal kalau digunakan juga(secara intens) dlm berkomunikasi secara domestic, dikalangan kita sendiri.
Pejabat kita seharusnya tdk perlu memamerkan kemampuan berbahasa Inggris-nya kehadapan rakyat kita sendiri. Sebagaimana para tentara yang gagah perkasa, tdk perlu unjuk kehebatan kemampuan tempurnya, dgn menenteng senjatanya kemana mana, agar semu orang tahu bhw ia bisa bertempur.
Kemampuan berbahasa (Inggris) seharusnya hanya dipandang sbg wujud profesionalisme para ahli bahasa asing.
Untuk mempercepat kemajuan negara kita, alangkah baiknya apabila dilakukan penyerapan ilmu dan teknologi serta filosofi bermutu dari bangsa2 yang telah lebih dahulu mengalami kemajuan peradaban
Untuk mencapai hal ini diperlukan kerja keras para ahli bahas asing untuk menterjemahkan semua sumber ilmu dari bangsa lain tersebut, sehingga memudahkan siapapun warga bangsa ini untuk mempelajarinya. Selanjutnya dikembangkan menjadi sesuatu yang sesuai dengan kepribadian kita sendiri. Sehingga pada akhirnya menjadi sangat berguna bagi naiknya peradaban bangsa kita.